pemosting : nur halimah . sumber : http://icamelindda.blogspot.com
Bios merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Bios merupakan sebuah program atau software antarmuka tingkat rendah yang berfungsi mengendalikan atau mengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer.
Bios disimpan atau ditanamkan di ROM ( read only memory ).
Setiap Motherboard memiliki yang namanya Bios, dan bila bios ini
rusak maka kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali (
kecuali bios di install ulang atau di upgrade ). Karena Bios ditanamkan
di ROM, maka kemungkinan kita hanya bisa merubah pengaturan yang telah
ada, misalkan kita merubah besarnya memory yang digunakan untuk VGA yang
berjenis onboard, atau mengubah waktu dan tanggal, serta mengubah
settingan dasar lainnya. Namun yang paling sering dirubah dan perlu
diketahui yaitu merubah urutan booting, dan mengecek ada tidaknya suatu
komponen komputer yang kita pasang. Misalkan kita memasang harddisk di
komputer kita, namun setelah kita cek dibios tidak ada harddisk maka
kemungkinan harddisk tidak terpasang dengan benar, jadi bios ini sangat
penting peranannya bagi jalannya sistem komputer.Ada berbagai macam merek Bios, tergantung motherboard yang kita pakai . Yang terkenal yaitu, AMI BIOS, Phoenix BIOS, dll.
Jika anda akan merubah settingan bios,
anda dapat melakukannya pada saat proses booting (menyalakan komputer),
setiap Bios memiliki cara masing masing untuk masuk ke dalam Menu
biosnya, yang paling umum adalah menekan tombol del atau alt+f4. Lihat petunjuknya dibawah ini ni .
Cara setting BIOS
A.Langkah-langkah masuk ke Bios
1. Hidupkan Komputer
2. Tekan Tombol Del berulang kali
pada saat booting
3. Muncul menu utama BIOS
B.Langkah-langkah seting BIOS Dari gambar diatas dapat kita lihat menu utama dari Award Bios yang akan kita uraikan satu persatu
1. Standart
CMOS Setup Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur
tanggal, jam, harddisk,
floppy disk, dan sebagainya.
· Date
: Diisi dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol
Page Up atau Page Down untuk
setiap kali melakukan perubahan setting.
·
Time
Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik)
· Harddisk
Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan bias
juga mengkonfigurasi Mode
harddisk sesuai dengan spesifikasi harddisk.
·
Drive
A, Drive B Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer.
Settinglah floppy disk drive pada
field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk
drive tidak dipasang.
·
Video
Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan
biasanya “EGA/VGA. Pilihan
lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis
kartu grafis yang digunakan
Halt On Berisikan perintah yang
dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors”
sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.
2. BIOS Features Setup Menu untuk mengatur
konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah
virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.
·
Virus
Warning Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. (pilih
“disabled”)
· CPU
Internal
Cache Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU
Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai
penampung
data sementara akan diolah oleh prosesor.
(pilih “enabled”)
· External
Cache Berfungsi meningkatkan performa sistem. (pilih “enabled”). Dengan pilihan
tersebut system akan
menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara
data yang akan diproses oleh
prosesor.
· Quick
Power On Self Test Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat
melakukan cold boot. Apabila
memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti
memeriksa memori hingga tiga
kali. Pilih “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat
· Boot
Sequence Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting
hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive,
ubahlah menjadi “A”
· Swap
Floppy Drive Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih
“enabled”, drive A akan menjadi
drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah
“disabled” sebagai pilihan
yang lebih aman.
·
Boot
Up Floppy Seek Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive.
Pilih “disabled” untuk
mempercepat booting.
·
Boot
Up Numlock Status Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer
boot. Pilih, “on” agar BIOS
mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga
dapat memilih “off”.
·
Boot
Up System Speed Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up.
Pilihlah “high”, agar komputer
melakukan proses lebih cepat.
· Security
Option Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, computer akan meminta
password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer
akan meminta password pada
setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai
kebutuhan Anda.
· OS
Selector for Dram > 64 MB Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori
yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2″. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64MB, pilihlah
“Non-OS2″
3. Chipset Feature Setup Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
4. Power Management Setup Menu untuk mengatur
kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi
komputer.
•HDD Power Down Berfungsi mengatur
kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara
otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk
terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan
suatu aktivitas pekerjaan.
•VGA Active Monitor Berfungsi
mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan
secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar
monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak
melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
5. PNP/PCI Configuration Menu untuk
konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
6. Integrated Pheriperals Menu untuk
mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan
perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan
parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan
IRQ.
perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan
parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan
IRQ.
7. Load Setup Defaults Menu untuk meningkatkan
kinerja komputer secara instant. Apabila komputer
berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
8. Supervisor Password Menu untuk
membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses
booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan
sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini.
melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan
sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini.
melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
9. User Password Menu untuk membuat password
user, password ini hanya berlaku untuk proses booting
saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi
tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan
konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi
tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan
konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
10. IDE HDD Auto Detiction Menu
untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali
komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port
yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port
yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
11. HDD Low Level Format Menu untuk
melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer
memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
12. Save & Exit Setup Menu untuk
menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan
keluar dari setup BIOS. 13. Exit Without Saving Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan
perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS. Ada beberapa cara untuk masuk ke Setup
BIOS yaitu diantaranya :
keluar dari setup BIOS. 13. Exit Without Saving Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan
perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS. Ada beberapa cara untuk masuk ke Setup
BIOS yaitu diantaranya :
AMI BIOS : Del
AwardBIOS : Ctr1+A1t+E sc Esc Del
PhoenixBIOS : Ctrl+Alt+Esc
Ctr1+A1t+F 1 Ctrl+Alt+ S Ctr1+Alt+Enter Ctrl +Alt+ F 11 Ctr1+Alt+Ins
Jenis BIOS
2.1.1.Jenis BIOS berdasarkan pabrikan pembuat BIOS:
Award Software
Award BIOS
Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu: MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT.
Award Modular BIOS
Award Medallion BIOS
Phoenix Technologies
Phoenix BIOS
Phoenix-Award BIOS
American Megatrends Incorporated (AMI)
AMI BIOS
AMI WinBIOS
Acer Labs
Microid Research
LSI Logic
Winbond




0 komentar:
Posting Komentar